Kumcer Arum Nur Hakiki
Pernikahan adalah hal yang saklar tapi bagaimana jika pernikahan hadir tanpa adanya cinta. Mereka menikah karena perjodohan dari kedua orang tuanya, selama menikah mereka tidak pernah bahagia bahkan mereka saling menyakiti satu sama lain. Sebagai seorang istri dia tidak pernah bahagia dan dihargai oleh suaminya. Namun apapun sikap suaminya dia tetaplah imam baginya, yang harus ia hargai dan ia sayangi. Meski hati dia harus merasakan sakit dia bertahan karena dia menghargai sebuah pernikahan. Dia tidak mau mempermainkan sebuah pernikahan. Hari demi hari sikap suaminya semakin menyakitkan, sampai ia mengandung pun sang suami tidak mau peduli. Hingga pada akhirnya sang suami mengalami kecelakaan, saat itu sang suami menderita penyakit hati. Selain itu juga sang suami mengalami gangguan mata. Dimana kedua matanya sudah tidak berfungsi lagi. Sang istri memutuskan untuk mendonorkan mata dan hatinya untuk sang suami.
Dia rela jika harus mengorbankan nyawa demi suami dan anaknya. Sang istri pun akhirnya memberikan mata dan hatinya untuk suaminya. Disitulah sang suami menyadari semua kesalahannya. Saat semuanya sudah terlambat kini penyesalan telah hadir dalam hidupnya. Ia tak mampu memutar waktu yang sudah berjalan sesuai takdir. Sang istri pun meninggal dunia karena telah mendonorkan mata dan hatinya untuk dirinya. Kini sang suami hanya bisa menangis sambil memeluk jenazah istrinya yang sudah kaku. Sang istri memberikan mata agar suaminya mampu untuk menjaga anaknya kelak nanti. Dia memberikan hati agar suaminya bisa merasakan cinta yang tulus darinya. Kini mungkin penyesalan yang ada didalam hatinya. Seseorang yang kita benci mungkin akan berarti jika dia sudah pergi meninggalkan kita. Hargailah sebuah pernikahan walaupun pernikahan hadir tanpa adanya cinta. Yakinlah bahwa cinta akan hadir jika kita ikhlas menjalaninya. Jagalah cinta dengan sebuah komitmen dan kesetiaan.

Komentar
Posting Komentar